Friday, 11 March 2016

Gemuk Ternyata Menjadi Salah Satu Pemicu Terjadinya Gangguan Ginjal

Banyak sekali orangtua yang salah kaprah mengenai kondisi kesehatan buah hatinya. Seperti misalnya mereka menganggap gemuk itu sehat. Padahal, kegemukan pada anak bisa memicu risiko gangguan ginjal.
Begitu disampaikan dokter Ahli Ginjal Anak FKUI/ RSCM, DR. dr. Sudung O Pardede Sp.A(K) pada wartawan melalui siaran pers, ditulis Jumat (11/3/2016).
"Kelebihan berat badan anak yang tidak terkontrol dapat menyebabkan obesitas dan saat mereka dewasa hal ini akan meningkatkan potensi mengidap berbagai penyakit termasuk penyakit ginjal," katanya.

Data UNICEF, World Children Report 2012 mencatat, sebanyak 12,2 persen anak Indonesia ternyata mengalami obesitas. Jumlah ini lebih besar dua kali lipat dari negara Malaysia yang hanya 6 persen.
Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), dr. Dharmeizar, SpPD-KGH pun sependapat. Menurutnya, para orangtua harus memiliki pengetahuan yang baik mengenai deteksi dini penyakit ginjal dan membiasakan anak-anak mereka untuk melakukan berbagai aktivitas fisik.

Tuesday, 8 March 2016

Segera Kunjungi Dokter Jika Penglihatan Tidak Normal Setelah Melihat GMT

Siapa saja yang merasakan terjadinya kemunduran penglihatan sesudah melihat Gerhana Matahari Total (GMT), dianjurkan untuk langsung menemui dokter spesialis mata. Tidak boleh lebih dari 24 jam.
Sejumlah orang menyambut fenomena alam ini dengan penuh suka cita. Bagaimana tidak? Gerhana Matahari Total tidak terjadi satu tahun sekali. Sebelum tahun ini, GMT terjadi pada 1983. Kala itu, Presiden Soeharto melarang masyarakat Indonesia melihat GMT karena dipercaya dapat merusak mata. Jika tidak tahun ini, kita baru bisa melihatnya lagi pada 2042.

Meski sejumlah pakar, bahkan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila F Moeloek, mengimbau agar tidak usah melihat langsung gerhana matahari, sebagian dari kita ingin coba melihatnya. Silakan saja tapi jangan lupa memakai pelindung mata yang benar. Jika tidak, kerusakan mata mengintai.

"Buat yang mungkin lupa atau tidak tahu harus mengenakan kacamata khusus, begitu merasakan ada yang aneh dengan penglihatannya atau kemunduran penglihatan, kayak kabur saja gitu, langsung ke dokter mata. Biasanya akan berlanjut perih dan radang," kata Dr Surya Utama SpM, Sub Spesialis Vitreoretina di Eka Hospital Pekanbaru, Riau.

Nantinya, spesialis mata akan memeriksa saraf mata yang terkena paparan itu. Termasuk melakukan CT Scan atau OCT guna mengetahui seberapa besar tingkat keparahannya.
"Kita juga akan memeriksa jarak pandangnya, termasuk pemeriksaan retina. Akan banyak pengecekan yang akan dilakukan," kata dia mengenai kemungkinan radang mata akibat melihat gerhana matahari total 2016.

7 Kebiasaan yang Dapat Merusak Mata

Mata adalah jendela dunia. Begitu kata orang-orang. Mata merupakan organ tubuh yang penting untuk melakukan banyak hal. Mulai dari membaca, berjalan, melihat keindahan dan hal lainnya.

Sayangnya, banyak diantara kita hanya menggunakan mata namun tidak menjaga malah memiliki kebiasaan buruk yang menyebabkan kesehatan mata menurun. Hindari tujuh kebiasaan buruk seperti dibawah ini!

1. Terlalu sering menatap smartphone
Smartphone kini tak bisa ditinggalkan dari kehidupan masyararakat modern. Banyak orang bisa betah berlama-lama memandangi layar smartphone untuk chatting dengan teman, menonton video hingga bermain games. Namun perlu diperhatikan bahwa penting untuk mengistirahatkan mata setiap 20 menit usai menatap layar smartphone untuk mengurangi risiko penglihatan kabur dan mata kering.
Pastikan juga, font yang digunakan pada smartphone ukuran besar sehingga tidak membuat mata leleah membaca tulisan kecil.

2. Menonton TV di malam hari
Tak hanya TV, melihat layar lainnya sebelum tidur juga tidak baik untuk kesehatan mata. Seperti melihat tab, komputer, ponsel. Hal ini disebabkan karena perubahan cahaya berubah sangat cepat membuat mata bekerja keras untuk beradaptasi dengan keadaan. Hal ini dapat menyebabkan mata lelah, sakit, kering, dan kemerahan.

3. Mengucek mata
Ini kebiasaan yang bisa jadi paling sering dilakukan di antara kita. Saat mata gatal tangan otomatis bergerak ke mata untuk menguceknya. Hal ini sangat tidak disarankan dilakukan karena dapat merusak pembuluh darah yang ada di bawah kelopak mata. Saat mata gatal lebih baik redakan dengan kompres air dingin.

4. Terlalu sering menggunakan obat tetes mata
Kala merasa mata terlalu kering jangan gunakan obat tetes mata terlalu sering karena malah bisa mengiritasi mata Anda. The American Academy of Ophthalmology (AAO) menyatakan bahwa saat menggunakan obat tetes mata tanpa resep digunakan dalam waktu singkat saja.
Jika menggunakan obat tetes mata resep dokter pastikan mematuhi petunjuk dokter. Segera hentikan dan hubungi dokter jika menyebabkan mata iritasi, ruam atau efek samping negatif lain.

5. Tak makan makanan sehat dan seimbang
Nutrisi yang masuk ke tubuh sangat penting untuk menjaga kesehatan mata optimal terutama kandungan Vitamin C, E, zinc serta asam lemak Omega-3. AAO menyarankan untuk banyak mengonsumi buah jeruk, kacang-kacangan, biji-bijaan, sayuran hijau dan ikan untuk menjaga kesehatan mata terjaga.

6. Penggunaan riasan mata
Bagi perempuan, riasan pada bagian mata sangat penting. Perlu ditekankan bahwa menempatkan barang asing di dekat area mata memiliki risiko besar terhadap kesehatan mata. Mulai dari maskara, eyeliner, eye shadow.
Pastikan untuk merias area mata tak terlalu dekat dengan garis bulu mata agar tidak memblokir kelenjar minyak di kelopak maa Anda. Penumpukan pada bagian tersebut bisa menimbulkan infeksi.

7. Tidak mengunjungi dokter mata secara teratur
Kapan terakhir Anda mengunjungi dokter mata? Mengecek kondisi mata bukan sekedar mengetahui kesehatan mata namun juga bisa menjadi tanda gejala penyakit lain seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.