Monday, 21 March 2016

Seorang Narasumber Tertidur Di Tengah - Tengah Siaran Live, Siapakah Itu ?

Pak Sumanto yang sedang tertidur pulas

Nama Sumanto sudah tidak asing lagi di telinga kita sebab di tahun 2003, kasus kanibalisme yang ia praktekkan mengundang kontroversial sehingga tak berhenti jadi perbincangan masyarakat. Namun setelah menjalani hukuman, pria asal Desa Plumutan, Purbalingga, Jawa Tengah ini dibebaskan tahun 2006.
Setelah itu, beruntunglah Sumanto diterima di Panti Rehabilitasi Mental "An-Nur" di Desa Bungkanel, Karanganyar, Purbalingga milik Ustaz Supono. Sebabnya, Sumanto sendiri ditolak oleh seluruh masyarakat di kampungnya yang takut kejadian mengerikan itu terjadi kembali.
Waktu pun berlalu, hingga mendadak nama Sumanto kembali jadi perbincangan publik sejak kemarin. Waduh, apa Sumanto mengulangi lagi perbuatannya yang dulu ya? Eits, jangan negatif dulu ya. Justru Sumanto sendiri kemarin tampil dengan Ustaz Supono di salah satu program stasiun televisi swasta sebagai narasumber.
Tentu ini menjadi hal baru yang kamu lihat dan dengar bukan? Sebab sejak kebebasannya, Sumanto belum pernah diundang menjadi seorang narasumber oleh televisi mana pun. Sehingga nggak heran kalau penampilannya di televisi itu menarik perhatian masyarakat luas. 
Akan tetapi, ada hal menarik di sepanjang acara yang mengulas kasus produksi Action Figure tokoh antagonis, kriminal atau penjahat yang dibuat oleh Goodguysneverwin dan Cipta Croft-Cusworth untuk dijual di pasaran anak-anak. Tentu produk ini jelas menarik perhatian KPAI yang melarang peredaran mainan tersebut. Namun, di tengah perbincangan membahas topik yang seru itu mendadak Sumanto pun tertidur. 
Lucunya tidak ada satupun orang yang berani membangunkan Pak Sumanto yang sedang tertidur lelap hingga acara itu selesai, bagaimana sikapnya menurut kalian ?

Korea Selatan Bersiap Menyerang Korea Utara

Pasukan Militer Korea Selatan
Korea Selatan membentuk pasukan khusus beranggotakan 3.000 personel marinir yang disiapkan untuk melakukan serangan di dalam wilayah Korea Utara.
Pembentukan pasukan elite ini dilakukan setelah pemimpin Korut Kim Jong Un memperkuat pertahanan pantai negeri itu dan mengancam untuk "mengubur" musuh-musuh di dalam laut.
Pasukan khusus ini, dinamai "Spartan 3.000" dapat dikirimkan dengan cepat ke bagian manapun di Semenanjung Korea dalam 24 jam.
Pasukan ini berlatih bersama dengan pasukan AS dalam latihan gabungan besar-besaran yang melibatkan 300.000 personel militer awal bulan ini.
Misi utama Spartan 3.000 adalah menghancurkan fasilitas militer penting milik Korea Utara.
Namun, pasukan ini juga terlatih untuk menanggulangi bencana alam, demikian kantor berita Korea Selatan, Yonhap.
"Di masa lalu, unit-unit level batalion butuh waktu 24 jam untuk dikirim sisi lain Semananjung Korea, sementara level resimen butuh 48 jam," kata seorang perwira militer kepada Yonhap
"Namun, unit baru ini bisa bergerak dalam 24 jam bahkan dalam level resimen," sambung perwira militer itu.
Pengumuman pembentukan unit baru itu muncul ketika media Korea Utara merilis serangkaian foto yang menampilkan Kim Jong Un tengah memantau latihan pendaratan di pantai.
Latihan itu digelar untuk membuktikan bahwa pasukan Korea Utara mampu mengalahkan AS dan Korea Selatan saat kedua negara itu mencoba menyerang wilayah Korut.

Ibu Tega Bakar Anaknya di Oven


Seorang ibu di Texas, Amerika Serikat, ditangkap polisi karena membakar anak kandungnya yang berusia 2 tahun di dalam oven panas. 

Pelaku, Tasha Shontell Hatcher (35), ditangkap di rumahnya di Glen Rose pada pukul 23:48 Kamis lalu. Demikian dilaporkan the Glen Rose Reporter, seperti dikutip Huffington Post, Senin (21/3/2016).

Hatcher dilaporkan tak membantah tuduhan yang dijatuhkan kepadanya. Dia didakwa dengan pasal kejahatan yang menyebabkan cidera serius pada anak.

Perkara ini terungkap saat wanita itu bercerita kepada tetangganya tentang apa yang baru dilakukannya. 

Hatcher datang ke rumah tetangganya sambil membawa bayinya yang mengalami luka bakar. Tetangganya itulah yang kemudian melapor kepada aparat berwenang. 

Bayi yang namanya tidak dipublikasikan, langsung dibawa dengan ambulance ke Fort Worth's Harris Methodist 
Hospital, sebelum kemudian diterbangkan ke the Parkland Burn Center di Dallas, untuk perawatan luka bakar yang intensif. 

Bayi perempuan itu menderita luka bakar tingkat dua dan tiga, demikian pemberitaan yang diwartakan the Dallas Morning News

Sementara, salah satu kawan Hatcher mengungkapkan bahwa pada Sabtu lalu, bayi perempuan itu sudah berada dalam kondisi stabil.  

Jurubicara dari Child Protective Service menyebutkan, selanjutnya bayi perempuan itu akan ditempatkan di lembaga bantuan tumbuh kembang anak, setelah dia dikeluarkan dari rumah sakit.  

Tidak dijelaskan apa latar belakang Hatcher hingga tega melakukan tindakan sadis itu kepada buah hatinya sendiri. 

Namun demikian, wanita ini memang memiliki catatan buruk terkait penyalahgunaan obat terlarang. Sebelumnya, dia kehilangan hak asuh atas anak lelakinya yang kini berusia tujuh tahun. Anak itu kini berada di bawah pengasukan lembaga perlindungan anak.